Self ligating system Ortodontia

PDFPrintE-mail

Sistem bracket self-ligating merupakan salah satu teknologi paling maju dan inovatif yang digunakan ortodontis dalam mengoreksi maloklusi. Banyak sistem bracket self-ligating yang berkembang, dan sistem Damon bracket adalah salah satu sistem yang paling populer dan banyak digunakan di dunia saat ini.
Dengan menggunakan prinsip light-force dan dikombinasi dengan penemuan mutakhir ilmu pengetahuan dan teknologi, Dr. Damon mendesain suatu bracket yang memiliki slide sehingga dapat dibuka tutup tanpa perlu ligasi menggunakan elastik.7
Filosofi Damon tidak hanya terpusat pada bracket-nya saja, tetapi didasarkan pada light-force serta friksi dan binding yang minimal. Sistem Damon merupakan sistem yang dikembangkan untuk mencoba menyesuaikan setiap fase perawatan dengan sistem force yang natural.Sistem Damon memiliki desain unik yang menggunakan kombinasi bracket self-ligating pasif tanpa penggunaan elastik O-rings, wire berteknologi tinggi, perawatan dengan tingkat invasif (RPE, pencabutan atau bedah) yang minimal, dan sistem low-friction dan low-force.
Sistem Damon memiliki karakteristik, antara lain :
1.    Self-ligating pasif
Self-ligating pasif merupakan desain bracket yang digunakan pada sistem Damon. Damon bracket tidak menggunakan ligature metal dan elastik (seperti yang digunakan pada bracket konvensional) atau clip aktif yang menekan archwire ke dalam slot bracket (seperti pada bracket self-ligating aktif) untuk meletakkan archwire pada slot bracket.13 Damon bracket memiliki slide yang bisa dibuka dan ditutup dalam arah vertikal dan juga memiliki rasio wire dan lumen yang besar. Dengan demikian, slide tidak menekan wire dan dapat mengurangi friksi dan binding sehingga tahap leveling dan aligning gigi-geligi jauh lebih efisien dan force sangat kecil dibandingkan bracket konvensional. Hal yang paling menguntungkan dari penggunaan self-ligating adalah prosedur perawatan menjadi lebih cepat.
2.    Low-force dan low-friction
Penelitian menunjukkan bahwa gaya ortodonti yang optimum besarnya harus cukup untuk menstimulasi pergerakan gigi tanpa menghambat vaskularisasi ke ligamen periodontal.19,21 Bracket sistem Damon didesain agar dokter gigi dapat menggunakan low-force yang optimum di seluruh fase perawatan. Berdasarkan hasil penelitian Vourdouris (Gambar 1), dimana dilakukan pengukuran friksi yang dihasilkan oleh tiga jenis bracket yaitu bracket konvensional dengan ligature elastik O-rings dan ligature metal, bracket self-ligating aktif, dan bracket self-ligating pasif termasuk Damon SL, menunjukkan Damon bracket secara signifikan menghasilkan friksi yang minimal dibandingkan dengan bracket konvensional atau self-ligating aktif.Dengan friksi yang minimal pada sistem Damon bracket, archwire yang menghasilkan force yang ringan dapat bekerja maksimal dan menstimulasi pergerakan gigi dengan optimal. Low-force di setiap fase perawatan juga berarti meningkatkan kenyamanan pasien
Biomekanika Pergerakan Gigi pada Sistem Damon
Bila kekuatan atau gaya ortodonti diberikan pada gigi dengan tekanan yang besar, maka dapat menyebabkan pembuluh darah pada periodonsium menjadi terganggu sehingga suplai darah dan oksigen ke area itu menjadi terhenti sementara (Gambar 9). Sementara itu, area tersebut mengalami nekrosis avaskular dan hialinisasi. Untuk mendapatkan pergerakan gigi secara ortodonti, osteoklas yang berasal dari pembuluh darah seharusnya meresorpsi tulang. Namun osteoklas tidak dapat disuplai pada daerah hialinisasi karena pembuluh darah terhambat. Gigi hanya bisa bergerak jika daerah hialinisasi telah mengalami resorpsi. Selama 2-10 minggu tidak terjadi pergerakan gigi. Gigi akan mulai bergerak saat daerah hialinisasi telah mengalami resorpsi seluruhnya.

Pembuluh darah pada ligamen periodontal. A. Normal, B. Penyumbatan
Berdasarkan hasil penelitian Dr. A. M. Schwartz, kekuatan atau gaya yang digunakan dalam pergerakan gigi tidak boleh melebihi tekanan pembuluh kapiler (20-26 gr/cm2). Schwartz menyatakan bahwa jika kekuatan atau gaya yang digunakan lebih besar dari 26 gr/cm2 dapat menyebabkan terganggunya pembuluh darah pada jaringan periodontal sehingga menyebabkan nekrosis pada daerah tersebut.
Penelitian yang lain oleh Dr. O. C. Tuncay menunjukkan bahwa oksigen merupakan trigger mechanism pada periodonsium. Dengan kata lain, oksigen harus ada untuk pergerakan gigi. Jika vaskularisasi terhalang pada ruang periodontal antara tulang dan gigi, oksigen pun semakin berkurang sehingga aktivitas seluler menjadi lambat atau terhenti. Hal ini terjadi jika kekuatan yang besar digunakan untuk pergerakan gigi.19,20,27
Dr. William Proffit juga menyatakan bahwa besar kekuatan atau gaya yang optimum untuk pergerakan gigi secara ortodonti sebaiknya besarnya cukup untuk menstimulasi aktivitas seluler tanpa menghambat pembuluh darah pada ligamen periodontal.19,27 Dr. Dwight Damon menyebut daerah ini dengan istilah Biozone. Untuk tetap mempertahankan Biozone, dokter gigi harus memberikan kekuatan atau gaya yang besarnya cukup untuk menstimulasi aktivitas seluler tanpa menghambat vaskularisasi atau suplai oksigen.13,19 Maka biomekanika sebenarnya harus tetap pada Biozone. Penggunaan bracket konvensional dengan ligature elastik O-rings dan metal menyebabkan force pada daerah Biozone hampir tidak mungkin dipertahankan karena binding dan friksi yang dihasilkan. Proffit menyatakan, ”Jika kekuatan atau gaya yang diberikan cukup besar sehingga menghambat suplai darah, maka harus ada revaskularisasi sebelum gigi mulai bergerak”. Proses ini berlangsung lambat dan memperpanjang waktu perawatan.12,19,27
Sistem Damon menggunakan kekuatan atau gaya ortodonti yang tetap mempertahankan kekuatan atau gaya yang optimal pada Biozone, sehingga suplai darah pada periodonsium tidak terganggu dan aktivitas seluler tetap baik (Gambar 10).15 Hal ini dikenal dengan istilah Bio-adaptive therapy. Bio-adaptive therapy pada sistem Damon menggunakan kekuatan atau gaya 100 kali lebih kecil daripada konvensional untuk memaksimalkan tersedianya oksigen untuk remodeling periodontal.

A.Conventional force, B. Low-force
Kelebihan dan Kekurangan Sistem Damon
Sistem Damon dapat dijadikan sebagai suatu pertimbangan dalam pemilihan alat perawatan ortodonti. Sistem Damon mempunyai banyak kelebihan dalam penggunaannya. Meskipun demikian, sistem Damon juga mempunyai beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan.

Kelebihan
Kelebihan dari penggunaan sistem Damon, antara lain :
1.    Prosedur perawatan lebih cepat dan sederhana karena tidak adanya prosedur ligasi.
2.    Meningkatkan kenyamanan pasien
3.    Pada banyak kasus hampir tidak membutuhkan ekstraksi.
4.    Karena tidak adanya ligature elastik, Damon bracket mengurangi penumpukan plak dan lebih mudah dibersihkan sehingga oral hygiene pasien baik.
5.    Interval kunjungan lebih panjang (delapan hingga sepuluh minggu) dan waktu kunjungan / kontrol berkurang, dan ini sangat menguntungkan bagi dokter gigi maupun pasien.
6.    Total waktu perawatan lebih singkat dibandingkan dengan konvensional, dimana dengan sistem Damon membutuhkan rata-rata waktu perawatan 20,3 bulan sedangkan dengan konvensional membutuhkan rata-rata waktu perawatan 27,5 bulan.
7.    Pergerakan gigi ke posisinya lebih natural.
8.    Keharmonisan antara posisi gigi, jaringan lunak dan jaringan keras dapat dicapai dengan lebih mudah dalam waktu yang singkat.
9.    Resiko terjadinya resorpsi akar berkurang.  
10.    Dapat digunakan pada semua usia.

Kekurangan
Kekurangan dari sistem Damon, antara lain :
1.    Biayanya yang lebih mahal.
2.    Ukurannya yang relatif besar jika dibandingkan dengan bracket konvensional.
3.    Kekurangan dari bracket yang terbuat dari metal adalah metal mouth look.

Sumber : Perpustakaan elektronik USU (Universitas Sumartra Utara)